Sunday, December 14, 2014

CosmoGIRL | Perahu Kertas | September, 2009 | by Putu Ayu Indah Wardhani


Aku mau ngulik sedikit tentang Perahu Kertas, ya. Setelah aku baca dengan serius (ceritanya benar-benar bagus banget), Perahu Kertas berbeda dengan buku-buku kamu sebelumnya. lebih remaja dan lebih santai, tapi dari penceritaannya cukup drama dan deskriptif. Kenapa diberi judul Perahu Kertas?

Saya merasa objek perahu kertas punya makna yang dalam dan berlapis, apalagi ketika dialah yang menjadi “pusat” curhat dan rahasia dalam kisah dalam kehidupan Kugy. Si objek perahu kertas itu juga, menurut saya, mampu menjembatani relasi semua tokoh dalam cerita, selain itu visualnya juga bisa menarik (untuk kover, gimmick, dll).

Berhubung CosmoGIRL! lagi membahas tentang cowok, aku mau tahu dunk bagaimana kamu membangun karakter Keenan. Siapa yang menginspirasi kamu membuat tokoh Keenan ini?

Kalau dirunut ke belakang, kayaknya sosok seperti Keenan itu selalu bertengger di benak saya. Gabungan dari Therrius dari Candy-candy, Okita dari Popcorn, dan khayalan saya sendiri—pokoknya tipikal orang-orang yang serius dalam bidangnya, punya unsur misterius, tapi juga banyak kejutan. Singkatnya: diam-diam menghanyutkan.

Bagian mana yang paling menarik buat Mbak Dee?

Saya paling tersentuh waktu membuat adegan terakhir Kugy-Remi dan Luhde-Keenan. Dan paling menikmati kalau bikin adegan Eko udah cela-celaan sama sahabat-sahabatnya.

Apa yang menurut Mbak Dee dari novel ini yang pas banget sama anak remaja? Dari segi tokohnya yang masih remaja, tema ceritanya yang tentang cinta remaja atau yang lainnya?

Pertama, tentu dari usia tokohnya. Dan saya rasa, cerita seperti ini bisa menginspirasi remaja untuk lebih berani menekuni impiannya, lebih jujur sama hatinya. Dan tokoh-tokog dalam Perahu Kertas banyak mengingatkan kita untuk berani menjadi diri sendiri, yang menurut saya sesuatu yang penting banget buat usia remaja, karena pada usia tsb kan kita cenderung labil dan lebih merasa ‘aman’ kalo ikut-ikutan sama orang banyak.